10 Bidang Usaha Pertanian Paling Populer di Desa

Indonesia kaya akan sumber daya alam yang berlimpah tersebar di seluruh daerahnya dari Sabang sampai Merauke.

Seiring dengan majunya teknologi dan perubahan zaman, banyak masyarakat Indonesia yang berbondong-bondong untuk melestarikan sumber daya alam tersebut.

Hal tersebut sebanding dengan hasil dari sumber daya alam yang bisa memenuhi kebutuhan utama seluruh masyarakatnya.

Salah satu bentuk pemberdayaan tersebut terlihat dari berkembangnya bidang usaha pertanian di desa yang semakin lama diminati oleh penduduk desa maupun kota.

Para pelaku bisnis ini melihat bahwa bidang usaha pertanian ini memiliki potensi untuk menyejahterakan penduduknya.

Karena itulah, pada pembahasan di bawah ini akan diulas mengenai 10 bidang usaha pertanian paling populer di Desa. Dan Ini dia Ulasannya!

1. Usaha Menjual Bibit Tanaman

Usaha menjual bibit tanaman di desa

Seperti yang diketahui bersama, di Desa masih banyak tanha kosong yang juga sangat subur untuk bisa ditanami berbagai jenis tanaman.

Hal tersebut bisa Anda manfaatkan untuk menjual bibit tanaman mulai dari bibit buah-buahan, sayuran, ataupun tanaman hias.

Baca juga : 5 bentuk pemberdayaan masyarakat desa yang revolusioner

Memulai usaha ini memang tidak boleh disepelekan karena Anda harus menguasi tentang metode pembibitan tersebut.

Namun bukan berarti para pemula atau yang baru menekuni bisnis tidak bisa menjualnya, kaena Anda bisa bekerja sama dengan warga sekitar untuk bisnis tersebut.

Bisnis begitu populer dan juga memiliki prospek yang baik, dimana bibit tanaman tersebut dibutuhkan oleh orang-orang yang ada di kota maupun di pedesaan yang sudah terbatas lahannya.

Untuk proses penjualan bibit tanaman ini Anda bisa memanfaatkan sosial media, flyer, dan pemasaran offline lainnya yang bisa Anda lakukan.

2. Usaha Sayuran dan Buah-Buahan Organik

usaha pertanian sayuran dan buah organik

Seiring dengan banyaknya perubahan life style masyarakat kota tentang hidup sehat, sayuran dan buah-buahan organik banyak dicari oleh mereka.

Sayuran dan buah-buahan organik ini disinyalir lebih sehat karena tidak mengandung bahan pestisida.

Baca juga : 10 Rahasia Membuka Usaha Di Tempat Sepi Namun Ramai Pembeli

Karena itulah usaha pertanian sayuran dan buah-buahan yang ditanam secara hidroponik ini sangat populer dan bisa meraup keuntungan yang berlimpah.

Dikatakan populer karena memang target pasar dari usaha tersebut jelas terutama dari masyarakat kota sendiri yang bisa didistribusikan ke supermarket-supermarket ternama.

Walaupun begitu, Anda harus mengatur strategi penjualan kekinian, dengan menggunakan sosial media.

Namun, untuk melakukan bisnis ini, Anda harus telaten dan fokus menjalakannya karena sayuran dan buah-buahan bukanlah makanan yang tahan lama.

Maka dari itu, service mengelola sayuran dan buah-buahan tersebut harus benar-benar diperhatikan.

3. Menjual Pupuk Tanaman

bidang usaha pertanian pembuatan dan penjualan pupuk kandang dan kimia

Usaha menjual pupuk tanaman pun merupakan salah satu usaha pertanian populer di desa. Tentunya target market yang dibidik dalam bidang adalah perkebunan.

Pasti orang yang memiliki kebun membutuhkan pupuk bukan hanya 1 Kg melainkan melebihi 1 ton pupuk.

Baca juga : 10 Peluang usaha Menguntungkan yang Cocok di Desa Terpencil

Selain targetnya perkebunan, target pasar lain adalah orang-orang yang hobi menanam tanaman hias baik di desa maupun perkotaan.

Dikatakan menguntungkan karena itu untuk 1 Kg pupuk itu sendiri dibanderol dengan harga yang cukup mahal bisa mencapai ratusan ribu tentunya dengan kualitas terbaik.

Jika dari usaha penjualan ini sudah cukup berkembang dengan baik, maka Anda bisa membuat produknya sendiri dimana yang alami banyak dicari.

Dan pasti, pupuk ini akan terus diperlukan mengingat tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia ini memerlukan vitamin yang baik untuk pertumbuhannya.

Pupuk yang biasanya dicari untuk tanaman adalah pupuk urea, NPK, ZA, SP36, dan juga pupuk alami yang biasanya dari kotoran hewan ternak sapi atau kambing.

4. Usaha Menjual Alat dan Mesin Pertanian

usaha dibidang jual beli alat pertanian

Seiring dengan berkembangnya teknologi, hal tersebut pun mempengaruhi sistem pertanian di Indonesia, dimana ada perubahan pada teknologi yang digunakan untuk membajak sawah ataupun mengolah hasil pertanian itu sendiri.

Dengan menggunakan teknologi mutakhir membuat produksi pun semakin cepat dan sistem produksi pun bisa tersalurkan dengan lancar.

Baca juga : 10 Tips Sukses Usaha di Desa Dengan Peluang yang Ada

Nah, semakin banyaknya para petani yang memerlukan alat dan mesin tersebut, membuat usaha tersebut populer di desa dan berpotensi untuk bisa menghasilkan keuntungan yang berlimpah.

Membuka usaha bisa dengan modal yang kecil dimana Anda menjadi reseller dari sebuah toko penjual alat dan mesin pertanian tersebut.

Karena itu yang harus dipersiapkan adalah smartphone dengan pulsa data yang memadai serta rekening bank untuk bertansaksi.

Untuk media pemasarannya, Anda bsia menggunakan sosial media. Biasanya alat dan mesin pertanian yang diperlukan warga Indonesia seperti tractor, mesin pakan ternak dan jerami, mesin tillage, aplikasi penyubur, mesin penabur tanaman, dan masih banyak lagi.

Untuk menjual alat dan mesin pertanian tadi pastinya tidaka kan seperti menjual sayuran atau buah-buahan, dimana setiap harinya diperlukan.

Tetapi, setiap sati kali transaksi keuntungan yang didapat pun cukup menggiurkan. Terlebih, hampir semua hasil pertanian merupakan kebutuhan pokok penduduk Indonesia. Sehingga untuk mempercepat prosesnya, diperlukan alat dan mesin canggih untuk memproduksinya.

5. Usaha Menjual Tanaman Hias

usaha jual beli tanaman hias

Usahan menjual tanaman hias di desa pn kini mulai populer seiring dengan banyaknya orang-orang yang di kota mengoleksi tanaman hias tersebut.

Tanaman hias ini memang tidak bisa dikonsumsi, biasanya orang-orang di kota mengoleksinya untuk mempercantik rumah atapun untuk melestarikan tanaman tersebut.

Karena itu, sangtalah wajar bila Anda bisa mendapatkan keuntungan yang cukup banyak dari usaha tanman hias.

Adapun tanaman hias yang paling banyak peminatnya seperti bonsai, tanaman dollar, adenium, gelombang cinta, dan lain sebagainya.

Jika Anda ingin menggeluti usaha tersebut, jangan lupa untuk menerapkan langkah-langkah di bawah ini, seperti ;

  • Cari Tahu Pengetahuan yang Memadai untuk Merawat Tanaman Hias

Selain akan banyak ditanya oleh pembeli, setidaknya pengetahuan tersebut bisa untuk merawat tanaman hias agar tidak layu. Sehingga saat dijual kondisi tanaman hias masih segar dan layak untuk dijual.

  • Menentukan Jenis Tanaman Hias yang Akan Dijual

Cari tahu setia hari , minggu, dan setiap bulannya tentang jenis-jenis tanaman hias yang populer saat itu.

Tentunya jika tanaman tersebut semakin populer, pasti akan banyak yang mencarinya. Dan peluang untuk mendapatkan keuntungan pun terbuka lebar.

  • Memperhatikan Faktor Keamanan

Karena nilai dari tanaman ini cukup besar dan mahal, maka Anda harus memperhatikan faktor keamanan dari tanaman tersebut.

Maka dari itu, pilihlah tempat jualan yang aman dari tangan-tangan jahil agar Anda pun tidak mengalami kerugian.

6. Usaha Bertani Rempah-Rempah

usaha bidang pertanian rempah-rempah

Beruntunglah kita tingal di Indonesia yang akan akan berbagai tanaman. Tentu saja tanaman tersebut bisa dikonsumsi untuk obat alami atau sebagai bahan bumbu masakan.

Seperti yang diketahui bersama, Indonesia adalah penghasil rempah-rempah terbanyak di dunia. Sehingga zaman dahulu di jajah pun, para penjajah ingin menguasai kekayaan alam Indonesia lewat rempah-rempah tersebut.

Di zaman modern ini, tentunya masyarakat Indonesia sudah mudah dan bebas mengonsumsi ataupun membeli rempah-rempah.

Banyaknya pengusaha penjual rempah-rempah, seperti jahe, pala, lada, cengkeh, seledri, ketumbar, dan lain-lain membuat bisnis ini semakin laris dan tidak akan ada habisnya.

Selain dijual langsung ke pasar atau perorangan, rempah-rempah pun bisa dijual ke bandar dan pengepul rempah-rempah dengan harga yang cukup mahal.

Usaha ini pun semakin lama semakin populer dan pasti bisa gampang ditemukan didesa-desa maupun berbagai tempat lainnya.

7. Usaha Ekspor Impor Produk Pertanian

usaha ekspor impor produk pertanian

Usaha di bidang pertanian berrikutnya yang populer ada usaha ekspor impor. Hal ini tercetus mengingat negara-negara tentanga maupun di benua lain masih kesulitan mendapatkan produk dari hasil pertanian.

Jadi, sangatlah wajar bila sayuran ataupun rempah-rempah di negeri lain begitu mahal mengingat untuk mendapatkannya pun harus melalui ekspor terlebiih dahulu.

Nah, melihat hal ini pula para petani pun sering kebingungan untuk mengekspornya. Padahal dengan ekpsor hasil pertanian, keuntungan yang didapat pun bisa berlipat-lipat.

Maka dari itu, saat ini banyak para pelaku bisnis ekpsor impor pertanian yang sudah mulai menjamur. Mereka membuat peluang tersebut karena pasar di luar negeri lebih menjanjikan dibandingkan dengan pasar di dalam negeri.

Untul membuka ekspor impor ini tentunya harus fokus dan serius, terlebih Anda harus melakukan syarat di bawah ini;

  • Memperbanyak Relasi dan Komunitas
  • Mempelajari Sistem Pembayaran dan Pengiriman Barang
  • Melengkapi dan Memenuhi persyaratan produk
  • Mulai membuka diri dengan konsultan asing

8. Usaha Jasa Buruh Pertanian

usaha bidang pertanian dengan menyediakan jasa buruh

Jika dulu pemilik petani langsung yang menggarap sawahnya, kini zaman pun berbeda karena kebanyakn sawah atau lahan perkebunan di Desa diurus oleh kuli atau buruh pertanian setempat.

Tentunya yang memiliki sawah tersebut adalah orang-orang yang bekerja atau menetap di kota. Dengan melihat situasi dan keadaan di atas tentunya banyak yang sudah membuka usaha jasa buruh pertanian.

Dimana dengan adanya para jasa buruh dan kuli pertanian tersebut, mereka akan membantu para pemilik sawah dan kebun untuk mengurus lahannya.

Dan kabar baiknya, usaha tersebut sudah menjamur di beberap desa yang ada di Indonesia. Tentunya Anda bisa menerapkan sistem komisi kepada para buruh atau kuli pertanian tersebut.

Untuk membuka usaha tersebut, Anda benar-benar harus mengkoordinir sumber daya manusia yang ada. Jangan sampai klien Anda merasa dirugikan dan dikecewakan karena berbagai lain hal.

9. Usaha Bertani Cabai Merah

bertani cabai merah

Hampir di seluruh wilayah Indonesia, kuliner khas dari masing-masing daerah memiliki cita rasa pedas. Rasa pedas tersebut didapat dari cabai merah yang menjadi bumbu primadona.

Maka, tak heran setiap menjelang hari raya tiba, harga dari cabai merah ini naik dan tentu saja para petani cabai pun diuntungkan dari usaha tersebut.

Bila permintaan pasar masih tinggi, tentu usaha cabai merah ini akan semakin dicari. Dan hal tersebut menjadi peluang berharga untuk Anda bisa mengembangkan usaha tersebut.

10. Usaha Pengepul Padi

menjadi pengepul padi

Usaha pertanian berikutnya yang populer di Indonesia adalah usaha pengepul padi. Usaha ini populer dan menjamur karena mudah dilakukan dan bisa mendapatkan keuntungan yang berlimpah.

Baca juga : 10 Peluang Usaha Peternakan dan Pertanian di Desa, Menguntungkan !

Untuk memulai usaha ini adalah membeli gabah kering dari petani yang dijual 5 ribu rupiah. Kemudian gabah tersebut bisa dijual kembali kepada pabrik yang bisa menggiling padi dalam jumlah besar atau kepada kantor bulog yang biasanya membeli padi tersebut dengan harga yang cukup tinggi.

Demikianlah informasi mengenai 10 bidang usaha pertanian paling populer di Desa. Usaha ini disinyalir akan terus berkembang dan bertambah mengingat produk-produk yang dihasilkan dari pertanian adalah kebutuhan utama dari setiap orang. Semoga bermanfaat.

Jika anda tertarik dengan bisnis dan ingin membaca artikel-artikel tentang ide ide bisnis terbaru, anda bisa membuka blog baru kami di bisnis.blog.

Satu pemikiran pada “10 Bidang Usaha Pertanian Paling Populer di Desa”

Tinggalkan komentar